INFOPASBAR.COM - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mendorong pembentukan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) sebagai wadah mempererat silaturahmi antar jemaah sekaligus memperkuat pembinaan pascahaji. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Tasyakuran Haji Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2026 di Aula Kantor Bupati Pasaman Barat, Rabu (28/10).
Bupati Pasaman Barat, H. Yulianto, melalui Staf Ahli Bidang Keagamaan dan Kesra, Getri Ardenis, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendukung pelayanan dan pembinaan jemaah haji, mulai dari persiapan keberangkatan hingga setelah kembali ke Tanah Air.
“Melalui pembentukan IPHI, kita berharap silaturahmi para haji dan hajjah terus terjaga, sekaligus menjadi wadah memperkuat kebersamaan dan berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Pasaman Barat,” ujar Getri.
Ia menambahkan, Pemkab Pasaman Barat turut mendukung penyelenggaraan ibadah haji melalui penganggaran Petugas Haji Daerah (PHD) serta fasilitasi pemberangkatan dan pemulangan jemaah. Pada 2027, pemerintah daerah telah menganggarkan dua orang PHD.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pasaman Barat, H. Ronaldi menyampaikan bahwa sebanyak 211 jemaah haji Pasaman Barat berangkat pada 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 194 jemaah Kloter 10 dan 17 jemaah Kloter 14. Seluruh jemaah telah menyelesaikan ibadah haji dan kembali ke Tanah Air dengan selamat.
Jemaah Kloter 10 turut didampingi dua petugas haji daerah, yakni Hj. Sifrowati dan Hj. Misrayetti.
Ronaldi berharap pembentukan IPHI segera terealisasi sehingga para jemaah memiliki wadah untuk menjaga persaudaraan, melaksanakan kegiatan keagamaan, dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai organisasi.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemkab Pasaman Barat terhadap penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari tahap persiapan hingga kepulangan jemaah. Menurutnya, pembinaan pascahaji penting untuk membantu jemaah mempertahankan kemabruran haji dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat, H. M. Rifki berharap silaturahmi keluarga besar jemaah haji dapat dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan melalui pembentukan kepengurusan. Selain mempererat persaudaraan, wadah tersebut diharapkan menjadi sarana pengajian dan pembinaan keagamaan berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa ibadah haji tidak hanya meningkatkan kesalehan individu, tetapi juga harus mendorong kesalehan sosial melalui peningkatan ketakwaan, perbaikan akhlak, dan kepedulian terhadap sesama.
“Buah terbaik dari ibadah haji bukan semata-mata oleh-oleh dari Tanah Suci, melainkan perubahan diri menjadi pribadi yang lebih baik, sabar, bersyukur, dan bermanfaat bagi sesama,” tuturnya. (Jimi)
(Sumber : Kominfo Pasaman Barat)
