INFOPASBAR.COM - Calon Wali Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Joni Nasution, S.Pd.I. atau yang dikenal dengan Joni Da’i, mengusung 13 program dalam pencalonannya pada Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Koto Baru. Kandidat nomor urut 3 itu membawa tagline “KOTO BARU BANGKIT BASAMO” dengan perhatian pada pelayanan publik, ekonomi masyarakat, lingkungan, generasi muda, kehidupan sosial dan penguatan nilai agama serta adat.
Berdasarkan pantauan wartawan kami di lapangan, Joni Da’i terus membangun komunikasi dengan berbagai unsur masyarakat menjelang pelaksanaan Pilwana. Dalam sejumlah pertemuan, ia menyampaikan gagasan sekaligus mendengarkan aspirasi dan persoalan yang dihadapi masyarakat sampai di tingkat jorong.
Salah satu perhatian yang disampaikan Joni adalah pembenahan pelayanan dan tata kelola pemerintahan nagari. Ia menginginkan masyarakat memperoleh pelayanan yang mudah, cepat, transparan dan responsif.
Menurutnya, kantor wali nagari harus menjadi tempat masyarakat memperoleh informasi dan solusi atas berbagai kebutuhan administrasi maupun persoalan yang berkaitan dengan pemerintahan nagari.
Konsep tersebut dituangkan salah satunya dalam program Gerakan Pelayanan Publik Cepat dan Transparan, yang masuk dalam 13 agenda yang ditawarkan kepada masyarakat Koto Baru.
Pengelolaan Sampah hingga Penguatan Ekonomi Rakyat
Persoalan lingkungan juga menjadi salah satu perhatian Joni Da’i. Pengelolaan sampah yang selama ini dikeluhkan sebagian masyarakat ditempatkan dalam program Bersih Lingkungan dan Pengelolaan Sampah Terpadu.
Selain lingkungan, Joni memasukkan pengembangan usaha masyarakat melalui program Naik Kelas UMKM dan Ekonomi Rakyat, disertai upaya peningkatan keterampilan masyarakat untuk membuka peluang lapangan kerja.
Penataan pasar dan persoalan kemacetan turut masuk dalam program yang ditawarkannya melalui agenda Bersama Menata Pasar dan Mengurai Kemacetan.
Adapun 13 program yang disampaikan Joni Da’i dalam pencalonannya meliputi:
Bersih Lingkungan dan Pengelolaan Sampah Terpadu
Aman dari Narkoba dan Penyakit Masyarakat
Naik Kelas UMKM dan Ekonomi Rakyat
Gerakan Pelayanan Publik Cepat dan Transparan
Keterampilan Masyarakat untuk Lapangan Kerja
Iman dan Adat sebagai Fondasi Kehidupan
Kesejahteraan melalui Pembiayaan yang Sehat
Bersama Menata Pasar dan Mengurai Kemacetan
Aktif Gotong Royong di Setiap Jorong
Sejahtera untuk Seluruh Masyarakat
Aspiratif dalam Pengambilan Kebijakan
Mandiri dan Berdaya Saing
Optimis Menuju Koto Baru yang Lebih Maju
Beri Ruang bagi Generasi Muda
Generasi muda menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian Joni Da’i. Ia memandang anak muda tidak hanya sebagai penerus, tetapi juga bagian dari kekuatan pembangunan nagari melalui gagasan, kreativitas dan inovasi.
Perhatian tersebut terlihat dari keterlibatan anak muda dalam tim yang mendukung pencalonannya. Dalam gagasan yang disampaikan, potensi generasi muda dinilai perlu diberikan ruang untuk berkembang melalui pendidikan, olahraga, ekonomi kreatif, teknologi hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Joni juga melihat generasi muda dapat dilibatkan dalam menghadapi persoalan lingkungan, termasuk mencari solusi terhadap pengelolaan sampah di Nagari Koto Baru.
“Anak muda harus diberikan ruang untuk berkreasi dan berkontribusi. Mereka memiliki ide dan energi yang besar untuk kemajuan nagari,” ujar Joni Da’i.
Kolaborasi Bersama Generasi Muda dan Tokoh Adat dan Ulama
Meski mendorong keterlibatan generasi muda, Joni menyatakan pembangunan nagari tetap membutuhkan peran tokoh adat, alim ulama, tokoh masyarakat dan generasi senior.
Menurutnya, pengalaman para orang tua merupakan sumber pengetahuan yang penting dalam menentukan arah pembangunan. Gagasan baru, kata dia, perlu berjalan beriringan dengan pengalaman, nasihat dan kearifan tokoh masyarakat serta tokoh adat.
Karena itu, konsep pembangunan yang dibawanya menekankan kolaborasi antargenerasi.
“Yang muda punya energi dan gagasan, sementara yang tua memiliki pengalaman. Kalau keduanya bersatu, insyaallah nagari akan semakin kuat,” katanya.
Latar belakang pendidikan Islam yang dimiliki Joni Nasution turut menjadi bagian dari pendekatan yang ditawarkannya. Penguatan nilai agama dan adat kemudian dituangkan dalam salah satu program, yakni Iman dan Adat sebagai Fondasi Kehidupan.
Dorong Pemerintahan Aspiratif
Dalam bidang pemerintahan, Joni Da’i juga membawa gagasan agar masyarakat memperoleh ruang dalam penyampaian aspirasi baik secara langsung maupun digital dengam memanfaatkan teknologi. Hal tersebut tercantum dalam program Aspiratif dalam Pengambilan Kebijakan.
Pendekatan komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi salah satu cara yang digunakannya selama proses pencalonan untuk mengetahui persoalan dan kebutuhan di masing-masing lingkungan.
Gaya komunikasi tersebut membuat Joni berinteraksi dengan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari generasi muda hingga masyarakat yang lebih senior.
Program gotong royong di setiap jorong juga masuk dalam agenda yang ditawarkan. Melalui program Aktif Gotong Royong di Setiap Jorong, Joni menempatkan partisipasi masyarakat sebagai salah satu unsur pembangunan di tingkat nagari.
Ajak Pilwana Tetap Damai
Di tengah berlangsungnya tahapan Pilwana, Joni Da’i mengingatkan masyarakat agar perbedaan pilihan tidak mengganggu hubungan sosial dan persaudaraan di Nagari Koto Baru.
Ia meminta pendukung maupun masyarakat secara umum tetap menjaga silaturahmi serta menjadikan Pilwana sebagai proses demokrasi untuk menentukan kepemimpinan nagari.
“Siapa pun pilihan masyarakat, kita tetap bersaudara. Mari kita sukseskan Pilwana dengan aman, damai dan penuh rasa kekeluargaan,” tuturnya.
Dengan nomor urut 3, Joni Nasution, S.Pd.I. terus menyampaikan gagasan dan 13 program yang dibawanya kepada masyarakat dengan tagline “KOTO BARU BANGKIT BASAMO”.
Pada akhirnya, masyarakat Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, akan menentukan pilihan melalui proses Pilwana yang berlaku. Program, gagasan dan komitmen masing-masing calon menjadi bahan yang dapat dipertimbangkan masyarakat sebelum menentukan pilihannya.(***)
