Berita Pasaman Barat — Kepengurusan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Pasaman Barat periode 2026-2031 resmi dikukuhkan. Kepengurusan baru tersebut mendapat mandat untuk memperkuat kelembagaan petani sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan.
Pengukuhan berlangsung di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Selasa (1/9/2026). Dalam agenda tersebut, Sekretaris Daerah Pasaman Barat Doddy San Ismail dikukuhkan sebagai Ketua HKTI Kabupaten Pasaman Barat periode 2026-2031.
Pengukuhan dilakukan oleh Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HKTI Sumatera Barat. Kegiatan itu menjadi bagian dari pengukuhan serentak pengurus HKTI kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, jajaran DPN dan DPD HKTI Sumatera Barat, serta para pengurus HKTI kabupaten/kota se-Sumatera Barat.
Dengan dikukuhkannya kepengurusan tersebut, Doddy San Ismail bersama jajaran pengurus resmi menjalankan roda organisasi untuk periode lima tahun ke depan.
Kepengurusan baru HKTI Pasaman Barat diharapkan dapat mengambil peran lebih kuat dalam memperjuangkan kepentingan dan aspirasi petani. Harapan itu sejalan dengan besarnya potensi sektor pertanian dan perkebunan yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.
“Keberadaan HKTI diharapkan menjadi wadah strategis untuk memperkuat kelembagaan petani, menyalurkan aspirasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan Perkebunan,” kata Doddy.
Menurutnya, penguatan peran HKTI membutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak. Organisasi tersebut diharapkan mampu membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, kelompok tani, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan lainnya.
Sinergi tersebut diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan yang masih dihadapi sektor pertanian, mulai dari peningkatan produksi, pemasaran hasil pertanian, akses terhadap permodalan, hingga pemanfaatan teknologi.
“HKTI dapat berperan dalam mendorong inovasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia petani, serta memperkuat daya saing produk pertanian dan perkebunan,” ujar Doddy.
Ia juga menekankan agar kepengurusan HKTI Pasaman Barat periode 2026-2031 tidak berhenti pada pelaksanaan fungsi organisasi. Kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan program yang memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan sektor pertanian sekaligus berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan petani.
Pengukuhan serentak pengurus HKTI kabupaten/kota se-Sumatera Barat juga menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat daerah.
Dengan telah terbentuknya kepengurusan baru, HKTI diharapkan dapat menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan petani serta sejalan dengan arah pembangunan pertanian di Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Pasaman Barat.
Keberadaan kepengurusan periode 2026-2031 diharapkan tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga menjadi penghubung antara aspirasi petani dengan berbagai pihak dalam mendorong kemajuan sektor pertanian dan perkebunan di daerah. (Jimi)
